Wednesday, February 3, 2016

Vicky

Hari ini aku date dengan seorang cewek bernama Shierly Vicky Meilinda, kami berkenalan melalui media sosial sebenarnya aku sudah mengenalnya sejak aku SMP dia berbeda sekolah denganku tapi dia pernah mengirim pesan singkat padaku saat itu, kami membicarakan tentang bahasa pelajaran Bahasa Inggris. Namun setelah itu dia menghilang dan kemudian setelah itu kami sudah jarang saling kontak dan jujur akupun sudah mulai lupa, tapi saat aku SMA dia kembali chat aku menanyakan kabarku dan kami kemudian kembali akrab

Kami bertukar cerita setiap hari dan saling curhat mengenai masalah yang kita hadapi, bahkan kami sudah sangat dekat. Lalu suatu hari dia mengajaku untuk makan bersama sepulang sekolah, aku agak gugup karena aku belum pernah date dengan cewek luar sekolah, singkat cerita aku mengiyakan.

Sepulang sekolah aku ketemu dengannya, saat aku masuk aku gugup sekali apalagi ternyata dia kesana bersama teman-temannya, namun ya ternyata teman-temannya cukup pengertian dan mereka pergi setelah aku datang. Lalu kami saling bertukar cerita dan sangat dekat seolah kami sudah pernah bertemu sebalumnya, aku sangat menikmati suasana saat itu karena dia orangnya sangat cerdas dan sangat mengerti dengan yang aku bicarakan

Gambar disamping ini dia tulis katanya "Kamu bawa kertas gak? aku mau tulis sesuatu buat kamu, tapi jangan dibuka ya sebelum kamu pulang"

Share:

Friday, November 13, 2015

Idk

    Hari ini adalah hari yang sangat menyenangkan karena aku bisa menyendiri dirumah tanpa diganggu oleh saat-saat yang menyebalkan disekolah. Aku tidak  tahu kenapa, sepertinya ada yang salah dengan diriku, setiap aku disekolah aku selalu terlihat sangat gembira. Bahkan saking gembiranya aku bisa kehilangan kontrol, aku tidak tahu kenapa tapi pikiranku selalu senang saat berada di luar rumah dan meskipun sebenarnya aku membenci orang-orang diluar sana, aku tetap mencintai keluargaku karena mereka adalah yang terbaik yang aku miliki tapi aku tidak menyukai orang-orang menurutku mereka selalu membuat aku tidak merasa nyaman.

   

Orang-orang mengira bahwa aku adalah anak yang pandai tapi pada kenyataanya aku tidak seperti itu, aku adalah anak yang malas dan tidak tahu banyak hal. Aku tidak tahu kenapa semua yang aku katakan semuanya keluar saja dari mulutku dan tidak tahu kebenaran apa yang aku katakan, tapi orang-orang diluar sana ternyata sangat bodoh, mereka selau percaya saja dengan yang aku bicarakan, atau mungkin aku memang berbakat? Orang-orang juga mengira bahwa aku ini anak yang senang bergaul dan sangat ceria, tapi keluargaku selalu menyebutku anak yang kuper dan pemalu.

   

Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan saat pulang sekolah, karena diriku sangat berbeda saat aku berada di rumah aku selalu merasa suram dan untuk itu aku sering menghabiskan waktu diluar hingga larut malam. Setelah pulang sekolah biasanya aku ke Cipanas untuk menikmati WIFI di WIFI corner Telkom dan aku bisa menghabisakan waktu yang sangat lama bahkan bisa sampai berjam-jam, aku bahkan pernah berada disana hingga pukul 10 malam masih memakai seragam sekolah dan itu semua untuk menghabiskan waktuku supaya aku lelah dan tidak merasa suram saat aku pulang kerumah karena aku bisa langsung tidur.

😃    

Ibuku tidak marah ayahku juga

Share:

Saturday, May 3, 2014

Bintang Sirius

Untuk Bintang Siriusku, Dari Aku teleskop Hubblemu

Semilir angin malam masuk ke kamar ku, jendela kamarku sengaja kubuka untuk melihat indahnya kerlipan bintang di langit. Malam itu langit memang indah ditaburi kerlipan bintang dan cahaya bulan sabit di atas bukit. Namun keindahan itu tidak mampu mengobati sakitnya hatiku, kutatap bintang-bintang itu, mereka bak berpesta. Tak mengerti pada suasana hatiku.

Aku teringat pada saat-saat itu, saat aku pertama kali melihatnya, saat aku pertama kali mengenalnya meskipun dia tidak mengenalku tapi entah mengapa hatiku terasa berdebar saat pertama kali aku melihatnya.

Pagi yang cerah, mentari menyinari dunia, rumput-rumput dibasahi embun, cahaya matahari itu memantul di tetesan embun dan langit tampak begitu biru menampilkan rona yang begitu indah. Aku berangkat kesekolah saat itu adalah hari pertama aku masuk sekolah.

Saat istirahat tiba, pengurus organisasi ekstrakulikuler sekolah mendatangi kelas satu persatu. Mereka menawarkan berbagai ekstrakulikuler kepada kami. Saat itu aku tertarik pada ekstrakulikuler PASSUS (PASUKAN KHUSUS) atau Paskibra, pengurusnya memerintahkan untuk datang saat pulang sekolah ke ruang sekretariat PASSUS bagi yang ingin bergabung.

Aku sangat antusias untuk mengikuti ekstrakulikuler ini, saat kumpul di ruang sekre, para pengurus dan anggota PASSUS lama memperkenalkan diri mereka masing-masing. Lalu dilanjutkan pada anggota baru untuk memperkenalkan diri.

“Nama saya Aelsa, kalian bisa memanggil saya Aelsa”kata seorang gadis yang merupakan anggota baru PASSUS. Lalu aku memperkenalkan diriku pada semuanya “hai semua, perkenalkan nama saya Aldi” kataku pada semua. Setelah itu kami diizinkan pulang dan pelatihan dasar dimulai pada hari selasa.

Hari selasa, pulang sekolah aku langsung mengikuti latihan paskibra. Saat istirahat latihan tiba aku duduk di pinggir lapangan sambil melihat-lihat sekeliling. Kemudian Aelsa melewat bersama temannya di depanku, dia senyum dan mengatakan “Hai !” padaku aku membalasnya. Tapi entah kenapa hatiku terasa berdebar saat ia memberi senyuman itu, seakan hariku mendadak sejuk dihari yang panas.

Aku tidak mengerti pada perasaanku, biasanya tidak seperti ini. Kenapa dengan diriku ini? Entahlah

Aku sampai dirumah pukul 4 sore, badanku terasa lelah sekali. Akupun membersihkan badan dan pergi ke kamarku untuk mengerjakan PR. Tapi entah mengapa aku tidak bisa berkonserntrasi pada soal-soal PR. Aku masih kepikiran Aelsa, dia begitu imut dan cantik saat ia senyum padaku.

Beberapa bulan kemudian, perasaanku pada Aelsa belum hilang juga. Kemudian suatu hari pengurus OSIS mengajak pada kelas 7 untuk menjadi bagian dari pengurus OSIS yang baru. Aku tidak peduli, karena menurutku pengurus OSIS adalah sebuah organisasi terselubung yang menurut pemikiranku, itu adalah penyebab adanya perbulian pada siswa baru, jadi MOPD yang diselenggarakan oleh sekolah dan diurus oleh OSIS adalah perbulian yang terorganisir. Itu pendapatku dulu saat aku muak pada adanya perbulian

Tapi pada akhirnya aku pun mengikuti OSIS juga, itu karena aku tahu kalau Aelsa mengikuti seleksi menjadi pengurus OSIS. Toh banyak sahabat-sahabatku waktu SD yang ikut. Saat seleksi tiba aku datang ke lapangan di depan aula, nampaknya yang lain sudah ada di sana, untung aku tidak terlambat kalau aku terlambat bisa-bisa aku menjadi bulan-bulanan perbulian oleh para senior itu.

Aku duduk untuk mengikuti test seleksi calon OSIS, ternyata aku lulus. Dan teman-temanku di SD tidak, hanya aku aja yang lulus. Aku senang saat aku tahu bahwa Aelsa pun lulus seleksi calon OSIS, kemudian esoknya kami mengikuti OSPEK menjadi OSIS, dan yah sudah kuduga pasti ada perpeloncoan yang dilakukan oleh bedebah-bedebah itu.

Singkat cerita aku menjadi OSIS sambil terus mendekatinya. Tapi saat aku mencoba untuk mendekati Aelsa aku tidak pernah berhasil, selalu saja ada halangan. Beradi di Organisasi OSIS ini membuat aku merasa bosan, ternyata menjadi OSIS itu memuakan, aku capek ditambah kesehatanku yang semakin berkurang dan teman-teman SD yang mulai menjauh dariku, semua berubah.

Kemudian aku mulai berpikir untuk keluar dari OSIS, toh posisiku tidak terlalu penting. Akupun meminta izin kepada Kang Dery bahwa aku ingin mengundurkan diri. Dia tidak kaget, hahaha mungkin karena ia mengerti pada alasanku dan kondisiku. Akupun membuat surat pengunduran diri.

Setelah itu aku mencoba untuk melupakan segala tentang Aelsa, dia tidak seperti teman-temanku yang lain yang mudah bergaul, saat di PASSUS kami tidak pernah sedikutpun mengobrol panjang dan aku tidak akrab dengannya. Akupun berhasil melupakannya dan hatiku kosong.

Langit biru, semburat sinar mentari bulan juni merasuk ke sela-sela ranting. Udara segar berhembus diantara hangatnya sinar mentari. Aku berjalan dengan tas hitam di punggungku menuju jalan raya untuk naik angkutan umum dan pergi ke sekolah. Hari ini adalah hari pertama aku sekolah setelah libur panjang, sekarang aku sudah kelas 9.

Sampai di sekolah, aku melihat siswa-siswa dikumpulkan di lapangan. Ternyata ada pengumuman pembagian kelas, aku bergabung dengan mereka dan menunggu giliran namaku dipanggil. Ternyata aku ditempatkan di kelas 9i, dalam benakku aku membayangkan, seperti apa suasana kelas di kelas 9 ini ? apakah akan lebih baik ?

Aku berjalan sendiri menuju kelas baruku, sesampainya di kelas aku duduk di bangku depan, dan ternyata aku satu kelas lagi bersama temanku yang dulu yaitu Riki dia dulu teman sekelasku waktu kelas 7. Aku duduk sebangku bersamanya, tiba-tiba Aelsa melewatiku, "apakah dia akan sekelas bersamaku ?" ujarku dalam hati. Dan ternyata benar dia sekelas bersamaku. Hatiku sekarang sudah melupakannya, tidak ada rasa lagi.

Hari demi hari aku jalani di kelas 9i, ternyata hatiku jatuh lagi pada Aelsa. Setiap hari aku mencoba untuk mendekatinya, dan mengobrol dengannya meskipun hanya sesaat tidak pernah mengobrol panjang. Aku selalu mencoba untuk mengungkapkan isi hatiku tapi selalu gugup, dan gagal lagi. Saat ada pembagian kelompok kelas, ternyata aku satu kelompok dengannya.

Hatiku selalu cemburu saat melihat Aelsa dekat dengan Kreis, mereka selalu berduaan menonton film Anime, aku hanya melihatnya di belakang mereka. Mereka selalu bercanda satu sama lain, saling berkejar-kejaran, aku hanya melihat mereka dihadapannku terkadang aku tertawa juga meskipun dalam hatiku aku merasa sakit, aku hanya berpura-pura tertawa karena orang lain tertawa. Aku pernah sangat cemburu saat aku pulang sekolah, aku tidak langsung naik angkutan umum tapi aku berjalan dulu dari sekolahku ke Pasar, saat di jalan aku melihat dia bersama Zein sedang berjalan berdua, aku tepat berada di belakangnya.

Suatu hari, saat suasana kelas yang ramai karena guru-guru tidak masuk, mereka rapat. Cuaca cerah, langit biru awan putih dan sinar mentari bersinar terang di bulan Agustus mewarnai hari itu. Di kelasku sangat berisik ada yang mengobrol, ada yang mengerjakan tugas kelompok, ada yang bermain dengan hp dan lain-lain. Sementara aku dan teman-temanku sebagiannya menonton film di laptop Aelsa, aku duduk di meja di belakang bangku yang di duduki Aelsa.

Kemudian, teman sebangku Aelsa yaitu Flowina bicara padanya "Aelsa, itu kata Ikmal katanya dia ada urusan sama kamu" kata bunga sambil tersenyum. Kemudian Aelsa meninggalkan tempat duduknya dan digantikan oleh Flowina. " Win si Iklam mau ngapain manggil Aelsa?" tanyaku padanya. "Itu Di, katanya si Ikmal mau nembak si Aelsa!" jawaban Flowina membuat aku kaget "Di! Aldi! kamu kok diam?" kata Flowina. "Hah ? ngga kok Win, aku lagi liatin filmnya tuh" padahal aku sedang merasa kaget. "Aldi, kalo menurut kamu Aelsa nerima Ikmal gak yah ?" katanya padaku, aku hanya menggelengkan kepalaku. "Kalo menurut aku sih, ngga soalnya Aelsa kan belum pernah pacaran, dia masih polos hahahaha" kata-kata Flowina melegakanku.

Terdengar suara sorakan teman-temanku di depan kelas. "Aldi, aku mau lihat ah kamu ikut gak ?" Flowina lari menuju keluar kelas untuk melihat Aelsa, aku mengikutinya. "Aelsa, Ikmal suka sama Aelsa semenjak kita sekelas. Ikmal mau mengungkapkan perasaan Ikmal yang sebenarnya, Aelsa mau ngga jadi pacar Ikmal ?" kata Ikmal sambil memegang tangan Aelsa, aku cemburu melihatnya. Aelsa diam, dia tidak berkata, ini membuat jantungku semakin berdetak kencang. Kemudian teman-temanku berteriak "Terima, Terima, Terima, Terima!" aku mengikuti mereka berteriak karena Flowina mulai curiga melihat wajahku.

"Ikmal, iya aku mau menjadi pacar kamu". Jawaban itu menusuk hatiku, hatiku bagai diiris oleh pedang Damaskus, rasanya badanku lemas, suasana menjadi suram, Langit biru menjadi hitam. Aku berlari kedalam kelas dan pura-pura menonton film lagi. Tak terasa mataku di basah tapi air mataku tak jatuh, dan tak sengaja Flowina melihatku "Aldi gimana kelanjutan filmnya ?" tanyanya padaku " Iya ini seru banget, kamu lihat deh" jawabku padanya "aduh kacamataku beruap nih bentar ya aku kebelakang dulu?" kemudian aku pergi dan menenangkan diriku.

Singkat cerita mereka berpacaran dan mereka membuatku terjatuh kedalam jurang kecemburuan, aku hanya bisa tersenyum melihat Aelsa bahagia bersama dia. Tapi entah apa yang terjadi setelah mereka berpacaran sekian lama, mereka putus. Aku tidaka tahu penyebabnya apa mungkin ada masalah antara mereka berdua. Melihat mereka putus aku senang sekali karena aku bisa mendekati Aelsa lagi dan kali ini aku berjanji akan mengungkapkan perasaanku padanya.

Aku sadar kalau selama ini aku payah aku hanya tidak berani untuk mengungkapkan perasaanku saja karena aku takut. Aku berpikir dan terus berpikir seperti para filsuf Atlantis, akhirnya aku mencoba menulis surat cinta untuknya :

Aelsa Vera Mayanti

Aku tatap bintang dilangit yang kerlipannya bertabur di lensa mataku Diantara kelipan itu ada yang paling bersinar yaitu Sirius Kau adalah Sirius yang bersinar lebih terang diantara yang lainnya Kuharap kau tahu perasaanku, bintang Siriusku.

Penuh Cinta

dari aku teleskop Hubblemu

Aku meragukan surat cintaku ini, jadi aku membuang surat ini ke tong sampah tapi betapa sialnya aku saat aku pulang ke rumah aku dikabari oleh temanku yang masih ada di sekolah bahwa suratku ditemukan oleh si Frenita, bahkan yang lebih parah lagi ia memasang surat itu di mading kelas, keesokan harinya saat aku memasuki kelas aku langsung menjadi bulan-bulanan dan aku mencabut surat itu langsung kusobek-sobek saja, untung saja Aelsa belum datang, dan teman-temanku bisa diajak kompromi.

Aku terus memikirkan cara untuk mengungkapkan perasaanku padanya, aku putuskan aku akan bicara langsung padanya tentang perasaanku meskipun aku takut dia marah. Hari itu adalah hari terakhir aku sekolah di SMPN 1 karena kami sudah ujian nasional dan besok adalah libur panjang dan menentukan pilihan SMA. Aku bicara pada Aelsa "Aelsa aku tunggu kamu di belakang kelas 9f, aku mau bicara bentar aja sama kamu" aku tidak menanyakan padanya mau atau tidak tapi aku langsung pergi saja dan menunggu di belakang kelas 9f karena di sini adalah tempat yang sepi.

Aku menunggunya beberapa saat, dan ternyata dia datang. Aku tidak percaya mungkinkah ini saatnya? ini adalah pertama kalinya aku dengan berani mengungkapkan perasaanku pada orang yang aku suka selama ini, membayangkan saat aku melihatnya untuk pertamakali saat kelas 7. Aelsa menyapaku "Aldi, kamu mau bilang apa ? kok harus ke sini segala?" pertanyaan Aelsa membuatku berdebar. "Hmmmm ini aku mau..... mau...." aku gugup mengatakan perasaanku padanya.

"Apa Aldi kamu ngomong gak jelas tau!" ketanya. "Aelsa Aldi suka sama Aelsa dari kelas 7 saat kita di Eskul PASSUS, Aku suka sama kamu sebelum kamu pacaran sam ikmal, aku suka sama kamu, Aldi cinta kamu Aelsa". kataku tegas dan lega. Lalu Aelsa diam agak lama dan menjawab "Terus?", aku bingung menjawabnya aku sudah kehilangan kata-kata aku masih gugup berat aku tidak bisa melanjutkannya lalu aku katakan padanya "Hmmm iya itu aku cuman mau ngomong itu, yaudah" lalu aku pergi dan aku tidak tahu apa yang dirasakan Aelsa saat itu.

Setelah bicara dengannya aku merasa lega tapi aku juga sedih karena kau tidak menembaknya karena aku takut, tadinya perasaanku setelah mengungkapkan perasaanku padanya lega tetapi lama kelamaan aku jadi dilanda rasa penyesalan. Artinya ini apa ? aku tidak mengerti, jadi selama ini aku suka padanya harus berujung seperti ini?

Lembayung senja menemani penyesalanku aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena aku dan dia akan berpisah dan kita tidak akan bersama-sama lagi, karena kami akan bersekolah disekolah yang berbeda.

Share:

Wednesday, March 5, 2014

.

Kadang suka ngerasa bersalah sendiri kalo ngeliat ekspektasi orang-orang ke gue, seolah-olah gue orang yang bisa kasih lebih dan punya kapasitas buat selalu kasih yang terbaik. Apalagi gue deket banget sama guru-guru disekolah
Share:

Wednesday, September 18, 2013

Cinta Monyet Waktu SD

Nama Gue Muhammad Zamzam Rifaldi. Waktu itu gue kelas 5 SD, dikelas gue ada cewek yang lumayan cantik namanya Lena Nur Arbiyani. Gak tau kenapa tiap deket sama dia hati gue selalu cenat-cenut (kayak lagu smash aja hihiihihi). Cerita dimulai saat dikelas lagi ngtren-ngtrennya main binder isi bindernya sih rata-rata biodata sama rahasia, nah dari situ gue coba bikin rahasia dengan nulis nama si Lena di salah satu lembaran kertas binder gue.

Waktu itu gue duduk ama si Yandi Zoel Akbar (dia duduk disebelah kiri gue), dan dibangku sebelah dideket gue yang duduk si Fauziah(panggil aja Fuzi) nah si Fuzi duduk sebangku sama si Lena. Waktu gue sama si Fuzi mau tuker-tukeran kertas binder tau-tau si Fuzi gak sengaja liat kertas yang isinya nama si Lena, disitu gue maluuuuu banget, apalagi kertasnya sama si Fuzi dikasih ke si Lena, ggHHrrrhhhh malu banget gue sampe-sampe muka gue penuh sama keringat dingin.

Terus gue pura-pura jelasin sama si Fuzi "Fuz itu mah cuman iseng-iseng aja Fuz", si Fuzi gak percaya terus gue gomong deh apa adanya sama si Fuzi kalo gue emang beneran suka sama si Lena, tapi sialnya gue pas denger itu, si Lena malah ngomong gini "Zam kalo kamu suka sama aku, kamu harus lebih tinggi badannya dari aku" kata dia.

Oke gue terima, tiap hari kalo pagi gue terus olah raga, terus minta sama mamah dibeliin susu peninggi badan. Namun apadaya si Lena gak nerima gue... hiks hiks (tapi waktu itu gue gak nangis ko, sumpah) di situ gue sampe marahan sama si Lena karena debat (ehhehe bahasanya) nyampe si Lena nangis. Tapi tau-tau pas di rumah gue nemu kertas yang ada tulisannya ... apaya gue lupa, pokonya intinya si Lena mau minta maaf aja sama gue. Besoknya gue maafin deh meskipun gue gak di terima tapi tetep Keep Smile (aweu aweu).

Singkat cerita di SD ada ekstrakulikuler Pramuka terus gue ikut pramuka, sampe-sampe gue berjanji "BERJIWA PRAMUKA" dan akan serius pada pramuka sampe kapanpun. Eh tau-tau dikemudian hari si Lena bilang gini ke gue "Zam jangan GR dulu ya, aku suka sama kamu, mau gak jadi pacar aku"dari kelas banyak yang liatin gue, terus gue jawab dengan wajah tanpa dosa "Gak, aku mau serius di pramuka, kan aku BERJIWA PRAMUKA" si Lena hanya senyum dan bilang "Oh, iya gak apa-apa". Banyak temen gue yang nyeselin omongan gue tadi "Zam, kenapa lo gak terima" kata si Gilang (temen gue).

Abis mau gimana lagi gue udah janji ya apa boleh buat. Mungkin dari situ kali yah gue jadi gak suka sama pramuka kaya waktu kelas 7 SMP di sana pramuka diwajibkan setiap pulang sekolah untuk kelas 7 tapi gue sering kabur, karena gak suka sama pramuka. Terus waktu kelas 8 ada plantikan calon anggota Dewan Pramuka, mungkin karena udah gue lupain penyesalan gue, gue mau ikut ekstrakulikuler Pramuka lagi, tapi mungkin karena gue udah terlanjur males Pramuka gue ngundurin diri.

Tapi sekarang gue udah lupain ko semuanya, meskipun sampe detik ini gue gak pernah pacaran.

MIRIS BANGET

Share:

Tuesday, August 6, 2013

Ketabrak motor

Gue tinggal di desa Cibeureum, jadi gue sekolah di SDN Cibeureum waktu itu sekitar tahun 2005 gue daftar ke SDN Cibeureum gue daftar di anter sama kaka gue, waktu hari pertama sekolah para orang tua sibuk nganterin anaknya ke sekolah tapi gue nggak di anterin mungkin orang tua gue sibuk ngurus rumah kali ya, jujur aja waktu kelas 1 gue gak terlalu inget kejadian-kejadian waktu itu.

nah, disini gue mau cerita tentang kejadian-kejadian yang gue inget waktu sd

Ketabrak motor

waktu kelas dua gue pernah ketabrak motor sama temen gue si mamat :P, jadi gini ceritanya waktu itu sekolah gue lagi di renovasi besar-besaran jadi para siswa di pindahin ke sebrang tepatnya di ruangan yang cukup besar semacam aula mungkin, yang ada di kantor kepala desa, waktu gue lagi berangkat sekolah bareng sama si mamat mungkin karena gue berangkatnya ke pagian kali ya jadi yang biasanya nyebrangin anak sekolah itu gak ada (masih bobo kali ya) jadi gue sama si mamat terpaksa nyebrang sendiri tanpa di dampingi orang tua ( Jangan Ditiru), padahal ni ya gue udah turutin semua yang di ajarkan di kelas waktu itu yaitu prinsip 4T yaitu tunggu sejenak, tengok kanan, tengok kiri, dan tengok kanan lagi, lalu gue sama si mamat lagsung lari tanpa aba-aba dan jgeeeerrrrr terjadilah. nah gue sama si mamat langsung ketabrak dan langsung di bawa ke rumah sakit sama pedagang yang ada di sekolah dan waktu itu wajah gue bedarah tapi si mamat gak keliatan ada darahnya sedikit pun, anehnya lgi yang nangis waktu itu si mamat bukan gue padahal yang bedarah itu kan gue bukan dia, nah singkat cerita gue sama si mamat udah ada di rumah sakit (dimana saya-dimana saya saya ada dimana :D kayak di TV) luka gue di bersihin sama perawat-perawat cantik nah setelah itu gue bertemu sama orang tua gue (waktu itu ibu gue nangis-nangis) dan selang beberapa lama sang penabrak pun datang dan meminta maaf "maaf ya tadi saya tidak sengaja" (tapi yang salah kayaknya gue ama si mamat deh) dan seluruh biaya di tanggung oleh si emasnya. gue udah bisa pulang dari beberapa jam kemudian tapi aneh nya si mamat belum bisa pulang (kenapa ya dia) nah keesokan harinya guru-guru banyak yang datang ke rumah gue mau ngejenguk dan gasih gue banyak uang ada yang kasih 50 ribu,dan 100 ribu, terus gue bilang ke ibu gue "mah kalo tau gini mending ketabrak aja terus ya biar banyak uang" ibu gue jawab "sutttttttssss gak boleh ngomong gitu" :( beberapa hari kemudian gue sembuh dan bisa main lagi sama temen-temen gue oh iya temen sekolah yang jenguk gue waktu itu cuman si syifa sama mamahnya dan kembali sekolah.

Share:

Saturday, November 10, 2012

Jadi OSIS

Minggu ini sangat lucu, gue kemarin gak sekolah selama dua hari karena sakit. Pas kesekolah tau tau temen gue namanya Putri Anindia, dia kasih tau kalo gue didaftarin ke OSIS. Gue kaget padahal gue gak minat dan gue dipaksa buat ikut kumpulan sama calon OSIS yang lainnya.

Menariknya, setelah beberapa test ternyata gue lulus padahal gak niat buat jadi OSIS. Temen-temen SD gue pada sirik ngeliat gue lulus hahahaha

Share: